TUGAS OBSERVASI DAN INTERVIEW PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
TUGAS OBSERVASI DAN INTERVIEW
PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
Tugas ini sebagai persyaratan dalam mata kuliah DDTK
Dosen : Dr. Anik Lestariningrum, M.Pd

Oleh :
Tri Yuliana (16.1.01.11.0013)
PRODI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2019
HASIL WAWACARA
PERKEMBANGAN
ANAK USIA DINI
(Tri Yuliana /
16.1.01.11.0013)
I.
IDENTITAS
SUBJEK
A.
Subjek Sasaran:
Nama :
Humaira Putri Kinasih
Tempat, tgl. lahir : Nganjuk, 24 Februari 2015
Usia :
4 Tahun 10 Bulan
Nama :
Shavia Arsinta Putri
Tempat, tgl. lahir : Nganjuk, 09 November 2014
Usia :
5 Tahun 1 Bulan
Nama :
Maza Shakira Izzatunnisa
Tempat, tgl. lahir : Nganjuk, 5 Agustus 2014
Usia :
5 Tahun 8 Bulan
Nama :
Aprilia Dwi Loewitasari
Tempat, tgl. lahir : Nganjuk, 09 April 2014
Usia :
5 Tahun 8 Bulan
Nama :
Dyah Puja Candra Nurjana
Tempat, tgl. lahir : Nganjuk, 22 Januari 2015
Usia :
4 Tahun 11 Bulan
B.
Subjek Wawancara :
Nama :
Ita,ul Afidah
Tempat, tgl. lahir : Nganjuk, 04 Mei 1991
Jenis Kelamin : Perempuan
Jabatan : Guru Kelas kelompok B
Nama Lembaga : TK Pertiwi 2 Sonobekel
Alamat sekolah : RT 001/ RW 001 Dsn. Sekarputih Ds. Sonobekel Kec. Tanjungan Kab. Nganjuk
II.
OBSEVASI
FISIK
A.
Keadaan Fisik sekolah
No
|
Aspek
|
Keterangan
|
1.
|
Tempat
|
Bangunan
sederhana,
ukuran ruangan sedang lokasi aman untuk sekolah taman kanak-kanak karena
didalam komplek pedesaan pedalaman
|
2.
|
Ruang
|
Ada 1 kelas untuk kegiatan belajar dan 1 Ruang kamar mandi
|
3.
|
Sarana Prasarana
|
Alat Permainan Edukatif luar ruangan, 1 ayunan dan 1 Jungkitan
|
B.
Tenaga Pengajar
No
|
KELAS
|
Jumlah guru
|
1.
|
Kelompok B
|
1 orang
|
C.
Siswa
No
|
KELAS
|
Jumlah siswa
|
3.
|
Kelompok B
|
19 orang
|
I.
SETTING
RUANGAN
A.
Tempat : Taman Kanak-kanak
B.
Waktu : Selasa, 10 Desember 2019
C.
Frekuensi : 45 Menit
D.
Alat Bantu Wawancara :
·
Alat Tulis : Kertas, Pena
·
Alat Mekanis : Handphone
III.
METODE
WAWANCARA
Metode wawancara yang digunakan adalah wawancara terstuktur
IV.
TEORI
Dasar
Teori
·
Definisi
Fisik Motorik
Motorik
kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yang mencakup keterampilan otot-otot
besar, gerakan ini lebih menuntut kekuatan fisik dan keseimbangan, gerakan
motorik kasar melibatkan aktivitas otot tangan, kaki dan seluruh tubuh anak,
gerakan ini mengandalkan kematangan dalam koordinasi, berbagai gerakan motorik
kasar yang di capai anak sangat berguna bagi kehidupannya kelak, seperti
merangkak, berjalan, berlari, melompat atau berenang.
Bambang
Sujiono (2007: 13) berpendapat bahwa gerakan motorik kasar adalah kemampuan
yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak. Sedangkan
kegiatan motorik kasar adalah menggerakkan berbagai bagian tubuh atas perintah
otak dan mengatur gerakan badan terhadap macam-macam pengaruh dari luar dan
dalam. Motorik kasar sangat penting di
kuasai oleh anak agar anak mampu melakukan aktivitas sehari-hari.
·
Unsur-unsur
keterampilan motorik kasar
Keterampilan motorik setiap anak pada
dasarnya berbeda-beda tergantung pada banyaknya gerakan yang dikuasainya.
Memperhatikan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan motorik
kasar unsur-unsurnya identik dengan unsur yang dikembangan dalam kebugaran
jasmani pada umumnya. Hal ini sesuai pendapat Depdiknas (2008: 1) bahwa
perkembangan motorik merupakan perkembangan unsur kematangan dan pengendalian
gerak tubuh. Ada hubungan yang saling mempengaruhi antara kebugaran tubuh ,
keterampilan dan kontrol motorik.
Barrow
Harold M., dan Mc Gee, Rosemary (1976: 120) menyatakan bahwa unsur unsur
keterampilan motorik terdiri atas kekuatan, kecepatan, ketahanan, kelincahan,
keseimbangan, fleksibilitas, dan koordinasi. Dengan demikian unsur-unsur yang
akan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran tari ini meliputi kelincahan,
keseimbangan, fleksibilitas, ketepatan dan koordinasi.
·
Fungsi
Motorik kasar
Pengembangan
kemampuan dasar anak dilihat dari kemampuan motoriknya, sehingga guru-guru PAUD
perlu membantu mengembangkan keterampilan motorik anak dalam hal memperkenalkan
dan melatih gerakan motorik kasar anak, meningkatkan kemampuan mengelola,
mengonrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan
tubuhdan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani anak
yang kuat, sehat dan terampil.
Menurut
Muntohir dan Gusril (2004) berpendapat bahwa fungsi pengembangan motorik kasar
pada anak usia dini diantaranya adalah melatih keterampilan/ ketangkasan gerak
dan berpikir anak, melatih ketepatan gerak dengan kesesuaian lagu, melatih
kelincahan dan membangun tubuh anak, melatih kelenturan dan koordinasi otot jari
dan tangan, koordinasi mata tangan dan kaki, melatih gerak keseimbangan tubuh.
·
Hakikat
Tari Anak Usia Dini
Konsep
tari adalah sebuah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkaapkan berbentuk
gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika
menurut Desfina, (dalam Puspitasari. 2016: 3). Dimana gerak berirama
yang dirintis melalui ritmis dan indah sesuai dengan karakter perkembangan
anak.
Gerakan
tari yang diharapkan sesuai dengan anak terutama usia dini harus memiliki
beberapa strategi yang harus dipatuhi dan diterapkan yaitu: (1) perhatikan
gerakan jangan berbahaya atau menimbulkan anak cidera, (2) bersifat menantang
dalam koordinasi otot-otot kasar anak, (3) menarik bagi anak dari segi variasi
music dan gerakan. Melalui gerakan tari payung yang akan digunakan dalam kegiatan
pembelajaran ini akan mengangkat sesuai karakteristik pada anak dari segi
gerakan, music dan penunjang dalam pencapaian fisik motorik kasar anak.
Tari sebagai konsep pada anak usia dini
menurut Setyowati, (2012;2) mengemukakan
bahwa, hakikat gerakan dalam tubuh manusia yang diciptakan dengan berbagai
teknik serta irama tertentu sehingga dapat menghasilkan suatu keindahan sebagai
ekspesi atau uangkapan perasaan seseorang. Hal ini sebagai bentuk bahwa ketika
menciptakan gerak tari pada anak sesuai usianya perlu memperhatikan gerakan,
irama, ekspresi dan juga waktu dari durasi gerak yang dilakukan sehingga cocok
pada anak-anak. oleh karena itulah fungsi dari tari itu sendiri akan memiliki
makna bagi anak.
·
Definisi
Operasional
Menurut
permendikbud No.137 lingkup perkembangan fisik motorik kasar Anak Usia Dini STPPA
untuk usia 5-6 tahun diantaranya adalah :
-
Melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi
untuk melatih kelenturan, keseimbangan dan kelincahan
-
Melakukan koordinasi gerakan
mata-kaki-tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam
-
Melakukan permainan fisik dengan aturan
-
Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri
No.
|
Aspek Usia
|
Usia 5-6 tahun
|
Usia Sekolah
|
1
|
Fisik Motorik Kasar
|
a. Melakukan
gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan dan
kelincahan
b. Melakukan
koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam
c.
Melakukan permainan fisik dengan aturan
d. Terampil
menggunakan tangan kanan dan kiri
|
a. Terlatih
kelenturan tubuh dalam menari
b. Terlatih
keseimbangan tubuh dalam menari
c.
Terlatih kelincahan tubuh dalam menari
d. Dapat
mengkoordinasikan mata dengan tangan dalam menirukan tarian
e. Dapat
mengkoodinasikan tangan dengan kaki dalam menirukan tarian
f.
Dapat mengkoodinasikan kepala dengan kaki
dalam menirukan tarian
g. Ketepatan
dalam gerakan tubuh dengan lagu
h. Melakukan
gerakan sesuai dengan urutan-urutan gerakan tari
i.
Terampil dalam menggerakkan tangan kanan
dalam menirukan tarian
j.
Terampil dalam menggerakkan tangan kiri dalam
menirukan tarian
k. Terampil
dalam menggerakkan tangan kanan dan kiri secara bersamaan dalam menirukan
tarian
l.
Terampil dalam memegang dan menggunakan
payung dalam gerakan tari payung
m.
Terampil dalam memutar payung dalam gerakan
tari payung
|
V.
GUIDE WAWANCARA
No.
|
Aspek
|
Usia 5-6
tahun
|
Usia Sekolah
|
Pertanyaan
|
1
|
Fisik Motorik Kasar
|
a.
Melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan,
keseimbangan dan kelincahan
|
Terlatih
kelenturan tubuh dalam menari
|
Apa yang ibu lakukan untuk melatih
anak untuk kelenturan tubuhnya dalam kegiatan menari?
|
Terlatih
keseimbangan tubuh dalam menari
|
Bagaimana anak mampu untuk menjaga
keseimbangan tubuhnya dalam kegiatan menari?
|
|||
Terlatih
kelincahan tubuh dalam menari
|
Agar terlihat lincah dalam melakukan
kegiatan menari apa yang ibu tekankan pada anak untuk terlatih kelincahannya
dalam kegiatan menari?
|
|||
Melakukan
koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam
|
Dapat mengkoordinasikan
mata dengan tangan dalam menirukan gerakan tari payung
|
Apakah anak mampu mengkoordinasikan mata
dengan gerakan tangan dalam menirukan kegiatan tari payung
|
||
Dapat
mengkoodinasikan tangan dengan kaki dalam menirukan gerakan tari payung
|
Apakah anak sudah mampu
mengkoordinasikan gerakan tangan dengan gerakan kaki dalam menirukan gerakan
tari payung?
|
|||
Dapat
mengkoodinasikan kepala dengan kaki dalam menirukan gerakan tari payung
|
apakah anak sudah mampu untuk
mengkoordinasikan gerakan kepala dengan gerakan kaki dalam menirukan gerakan
tari payung?
|
|||
Melakukan
permainan fisik dengan aturan
|
Ketepatan
dalam gerakan tubuh dengan lagu
|
Apakah anak mampu melakukan gerakan
sesuai dengan lagu atau irama musiknya?
|
||
Melakukan
gerakan sesuai dengan urutan-urutan gerakan tari
|
Apakah anak sudah mampu untuk
melakukan gerakan sesuai dengan urutan-urutan gerakan tari dengan benar?
|
|||
Terampil
menggunakan tangan kanan dan kiri
|
Apakah anak terampil menggerakkan
tangan kanan dalam menirukan kegiatan tari yang sesuai?
|
|||
Terampil
menggerakkan tangan kiri dalam menirukan tarian
|
Apakah anak sudah terampil
menggerakkan tangan kiri dalam menirukan gerakan tari payung?
|
|||
Terampil
menggerakkan tangan kanan dan kiri secara bersamaan dalam menirukan tarian
|
Apakah anak terampil untuk
menggerakkan tangan kanan dan kiri secara bersamaan dalam menirukan gerakan
tari dengan benar?
|
|||
Terampil
memegang dan menggunakan payung dalam gerakan tari payung
|
Apakah anak terampil memegang dan
menggunakan payung sesuai dengan gerakan tari payung?
|
|||
Terampil
memutar payung dalam gerakan tari payung
|
Apakah anak terampil memutar payung
dalam gerakan tari yang sesuai dengan gerakan tari payung ?
|
VI.
PEMBAHASAN
Verbatim wawancara :
Pelaku
|
Uraian Wawancara
|
Koding
|
Peneliti
|
Assalamualikum, selamat siang bu,
maaf sebelumnya mengganggu waktu ibu disini
|
|
Subjek
|
Walaikumsalam, selamat siang mbak,
iya tidak apa-apa.
|
|
Peneliti
|
Bu, maksud saya menemui ibu di sini
saya mendapat tugas dari kuliah untuk observasi 5 anak dalam aspek perkembangan
fisik motorik kasar anak di TK Pertiwi 2 Sonobekel kelompok usia 5 sampai 6
tahun
|
|
Subjek
|
Oh iya mbk, silahkan. Apa kiranya
yang dapat saya bantu mbak
|
|
Peneliti
|
Bu kalau boleh saya tahu, kegiatan
apa saja yang di ajarkan kepada peserta didik dalam mengembangkan kemampuan
fisik motorik kasar anak kelompok B di TK Pertiwi 2 Sonobekel ini?
|
|
Subyek
|
Sebenarnya banyak mbk, seperti kegiatan melempar dan menangkap
bola, berdiri di atas satu kaki, bermain engklek, menendang bola, lompat
tali, senam, bermain memindahkan dingklik, bermain egrang bathok, berlari,
mengayuh sepeda, menari dan sebagainya.
|
|
Peniliti
|
Oh,,,,,, banyak sekali kegiatannya
ya bu. Sebelum menggali lebih dalam tentang perkembangan motorik kasar anak
bolehkah saya di ijinkan sekiranya mengetahui biodata ibu?
|
|
Subjyek
|
Ini biodata saya mbak
Nama : Ita’ul Afidah, S.Pd.
Tempat/ tanggal lahir : Nganjuk,
Sejarah pendidikan di perguruan :
Mengajar sejak tahun : 2010
Status : bendahara dan guru kelompok
B
|
|
Peneliti
|
Melihat biodata ibu, saya kira sudah cukup bu, sebelumnya
terimkasih saya ucapkan bu
|
|
Subjek
|
Oh....., iya mbak sama-sama
|
|
Peneliti
|
Bu kira-kira jumlah peserta didik
kelompok B TK Pertiwi 2 Sonobekel ini berapa bu?
|
|
Subjek
|
Untuk kelompok B ada 19 peserta
didik
|
|
Peneliti
|
Baik bu. Dari 19 peserta itu anak
laki-lakinya berapa dan anak perempuannya berapa ya bu?
|
|
Subjek
|
Untuk kelompok B anak laki-laki ada
10 dan perempuan ada 9 anak
|
|
Peneliti
|
Bila boleh, saya ingin mengetahui biodata
anak di sini apakah di ijinkan bu?
|
|
Subjek
|
Oh tentu saja mbak..., tapi mbak
tunggu sebantar ya saya carikan
|
|
Peneliti
|
Iya bu pelan-pelan saja mencarinya
|
|
Subjek
|
Ini mbak biodata peserta didik
kelompok B nya
|
|
Peneliti
|
Baik bu, saya lihat dulu bu. Setelah
saya melihat biodata anak kelompok B ini bu dari data ini saya akan memilih 5
anak untuk saya observasi mengenai perkembangan fisik motorik kasarnya
melalui wawancara dengan ibu apakah ibu bersedia bu?
|
|
Subjek
|
Oh saya sangat bersedia sekali mbak
apa pun yang mbak butuhkan dan tanyakan kepada saya bilamana saya tahu dan
bisa akan saya beri tahu kepada mbak
|
|
Peneliti
|
Baik bu sebelumnya saya ucapkan
terimakasih atas semuanya bu. Bila boleh saya tahu bu fasilitas apa saja yang
ada di TK ini guna mendukung proses belajar mengajar ada apa saja ya bu?
|
|
Subjek
|
Fasilitasnya ada...., ya perrmainan
di dalam dan di luar kelas, sebagai sarana bermain sambil belajar walaupun
belum lengkap seperti yang mbak lihat. Dengan segala keterbatasan dana dan
juga keterbatasan penataan ruang dan lahan untuk proses pengembangan
|
|
Peneliti
|
Memang sumber dana utama Tk ini dari
mana bu bila saya boleh tahu?
|
|
Subyek
|
Dari orang tua peserta didikyang
berupa uang sekolah dan dana BOP PAUD
|
|
Peneliti
|
Oh begitu ya bu. Terimaksih bu....,
sebelum bertanya mengenai perkembangan aspek fisik motorik kasar anak adakah
harapan ibu untuk fasilitas di TK ini agar bisa terus dikembangkan bu?
|
|
Subjek
|
Tentu saja banyak mbak..., agar
proses belajar dapat mencapai optimal dan siswa nyaman dalam mengikuti
kegiatan belajar yaitu bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain
|
|
Peneliti
|
Oh baik bu sangat luar biasa sekali
harapan ibu untuk sanpras sekolah ini. Menurut ibu fasilitas apa yang masih
dibutuhkan di TK ini?
|
|
Subyek
|
Ya.... banyak sebetulnya mbak,
seperti ruang tunggu orangtua peserta didik, kantin sehat, ruang guru, ruang
bermain yang luas, ruang kepala sekolah, drumband, permainan dalam dan luar
yang lebih, UKS, ruang baca peserta didik dan lain sebagainya mbak ya... semacamnya
itu mbak
|
|
Peneliti
|
Oh baik bu sangat luar biasa sekali
harapan ibu untuk sanpras dan pengembangan di sekolah ini. Apakah di sekolah
ini ada kegiatan ekstranya bu?
|
|
Subyek
|
Ada mbak namun tidak banyak seperti CALISTUNG,
menari (namun untuk kegiatan menari ini selain masuk ekstra juga masuk
kedalam salah satu kegiatan pengembangan fisik motorik kasar anak), menghafal
surat-surat pendek dan membaca iqra’
|
|
Peneliti
|
Oh bagus sekali kegiatan ekstranya
bu
|
|
Subyek
|
Ya... begitulah mbak sekiranya apa
yang mampu lembaga kami laksanakan ya akan selalu kami upayakan
|
|
Peneliti
|
Setelah kita bericara banyak hal
yang ada di TK ini, sekarang saya lanjut bertanya tentang perkembangan anak
bu. Sesuai dengan tugas saya adalah perkembangan anak usia dini, disini dalam
satu aspek yaitu perkembangan fisik motorik kasar anak kelompok B
|
|
Subyek
|
Iya mbak silahkan
|
|
Peneliti
|
Bu dari data anak tadi, saya ingin
mengetahuai perkembangan motorik kasar ananda Humaira Putri Kinasih, Shavia
Arsinta putri, Maza Shakira Izzatunnisa, Aprilia Dwi Loewitasari dan Dyah
Puja Candra Nurjana
|
|
Subjek
|
iya mbak boleh
|
|
Peneliti
|
Di sini saya satu persatu untuk
mengetahuai perkembangan motorik kasar anak-anak ini bu saya mulai dari
Ananda Humaira Putri kinasih. Menurut ibu pengembangan yang dirasa mampu
secara optimal mengembangkan motorik anak itu dalam kegiatan apa bu?
|
|
Subjek
|
Menurut pengamatan saya anak lebih
cenderung pada kegiatan menari salah satunya adalah tari payung
|
|
Peneliti
|
Oh baik bu kalau begitu kita
menggalinya dari kegiatan menari. Yang ingin saya tanyakan tidak keluar dari
STPPA indikator anak usia 5 sampai 6 tahun bu. Sekarang saya mulai dari
apakah anak mampu untuk mengkoordinasikan mata dengan gerakan tangan dalam
menirukan kegiatan tari payung?
|
|
Subjek
|
Ananda
Humaira anaknya sangat kalem sekali ya mbak menurut pengamatan saya
ananda Humaira sudah mampu untuk mengkoordinasikan mata dengan gerakan tangan
untuk menirukan gerakan tari payung
Ananda
Shavia sudah mampu untuk mengkoordinasikan antara mata dengan gerakan
tangan dalam menirukan gerakan tari payung dengan benar
Ananda
Maza mampu mengkoordinasikan antara mata dengan gerakan tangan namun
terkadang masih ada kesalahan untuk menirukan gerak tari tersebut
Ananda
Ita sudah mampu untuk mengkoordinasikan antara mata dengan gerakan
kaki untuk menirukan tari payung dengan sempurna bahkan ananda ita mampu di
jadikan contoh untuk teman-teman yang lainnya
Ananda
Puja mampu sedikit demi sedikit untuk mengkoordinasikan mata dengan
gerakan tangan dalam menirukan tari payung namun belum semuanya benar
gerakannya
|
|
Peneliti
|
Oh ya bu. Kemudian apakah di dalam
kegiatan menari ini anak mampu mengkoordinasikan gerakan tangan dengan kaki saat
dia menari bu?
|
|
Subjek
|
Ananda Humaira sudah mampu untuk
mengkoordinasikan gerakan tangan dengan gerakan kaki namun belum semua
gerakan sempurna kadang antara gerakan tangan dan kaki masih ada sedikit
kesalahan
Ananda
Shavia juga sudah mampu untuk mengkoordinasikan gerakan tangan dengan
kaki sesuai dengan contoh tari payung yang di contohkan oleh guru antara
tangan dan kaki sudah ada koordinasi yang tepat ketika tangan bergerak
menyilang kaki ikut bergerak menyilang mengikuti gerakan tangan
Ananda
Maza mulai mampu untuk mengkoordinasikan antara gerakan tangan
dengan kaki walaupun pelan-pelan akhirnya mampu untuk mengkoordinasikan
keduanya dalam gerakan tari payung
Ananda
Ita terlihat sudah menguasai gerakan tari payung itu maka dia
sangat mampu untuk mengkoordinasikan gerakan kaki dengan tangan sudah sinkron
dan benar
Ananda
Puja masih kebingungan jika tangan dan kaki harus bergerak secara
bersamaan, membutuhkan gerakan-gerakan kecil untuk melatih koordinasinya
|
|
Peneliti
|
Yang selanjutnya bu apakah ananda
Humaira sudah mampu untuk mengkoordinasikan gerakan kepala dengan gerakan
kaki ketika mengikuti tari payung ini bu?
|
|
Subjek
|
Ananda
Humaira mampu untuk mengkoordinasikan gerakan kepala dengan gerakan
kaki namun belum semua gerakan sempurna
Ananda
Shavia untuk gelengan kepala sembari menggerakkan kaki dalam gerakan
tari payung ananda Shavia masih mengalami kebingungan kadang kaki dan kepala
harus bergerak bersamaan namun ananda Shavia masih kebingungan, terkadang
kaki gerak kepala diam jika tidak malah kebalikannya kepala gerak kaki diam
Ananda
Maza dalam gerakan kepala dan kaki ananda Maza mampu untuk
mengkoordinasikan keduanya secara bersamaan gerak kepala dengan gerak kaki
mampu dilakukan ananda Maza dalam mengikuti tari payung
Ananda
Ita sangat mampu untuk mengkoordinasikan kepala dengan kaki secara
bersamaan sesuai dengan gerakan yang ada didalam tari payung itu
Ananda
Puja sudah mampu untuk menggerakkan kepala dengan kaki untuk
menirukan gerakan tari payung dengan benar
|
|
Peneliti
|
Apakah Ananda Humaira sudah terampil
menggerakkan tangan kirinya dalam menirukan gerakan tari payung?
|
|
Subjek
|
Ananda
Humaira untuk menirukan gerakan tari payung sudah terampil dalam
menggerakkan tangan kirinya dengan benar seperti melambai-lambai, tangan di
pinggang, tangan kiri ndaplang sudah sempurna
Ananda
Shavia gerakan tangan kiri ananda Shavia sudah terkoordinasi dengan
baik maka dia sudah terampil menggerakkan tangn kirinya sesuai dengan gerakan
tari payung dengan sempurna
Ananda
Maza sudah terampil dalam menggerakkan tangan kirinya untuk
menirukan gerakan tari payung dengan baik
Ananda
Ita mampu sekali dalam menggerakkan tangan kirinya untuk menari tari
payung, gerakannya sesuai tangan iri saat di tekuk, melambai, terlentang
sudah mampu semuanya
Ananda
Puja mampu menggerakkan tangan kirinya namun masih kaku dan kelihatan
ragu takut akan salah padahal guru sudah bilang salah tidak apa-apa namun
tetap saja ananda Puja ragu sehingga tangan kirinya terlihat kaku gerakannya
|
|
Peneliti
|
Untuk pertanyaan selanjutnya apakah
ananda Humaira sudah terampil menggerakkan tangan kanannya dalam menirukan
gerakan tari payung?
|
|
Subjek
|
Ananda
Humaira sudah terampil menggerakkan tangan kanannya dalam menirukan
gerakan tari namun, terkadang ananda Humaira masih kesulitan dalam
menggerakkan tangan kanannya tersebut karena membawa properti payung
Ananda
Shavia sudah mampu untuk menggerakkan tangan kanannya seperti
mengayunkan tangan walaupun dengan membawa properti payung, mengangkat payung
ke atas, menyilang kebawah
Ananda
Maza sudah mampu menggerakkan tangan kanannya dengan baik namun
dengan properti payung ananda Maza sedikit kesulitan untuk mengayunkan tangan
kanan yang memegang payung
Ananda Ita dalam
menggerakkan tangan kanannya sembari memegang payung ananda Ita sudah
terampil menggerakkan tangannya dan payungnya untuk menari
Ananda
Puja masih kebingungan menggerakkan tangan kanannya penyebabnya sama
dikarenakan membawa properti payung sehingga sedikit kesulitan
|
|
Peneliti
|
Oh... iya bu saya kira wajar jika
anak mengalami sadikit kesulitan karena anak harus menggerakkan tangan
kanannya sembari menggunakan properti itu dalam menari. Selanjutnya bu apakah
anak terampil untuk menggerakkan tangan kanan dan kiri secara bersamaan dalam
menirukan gerakan tari payung dengan benar?
|
|
Subjek
|
Ananda
Humaira dalam menari tari payung ini ananda Humaira sudah terampil
menggerakkan tangan kanan dan kirinya secara bersamaan untuk menari sesuai
dengan gerakan tarinya
Ananda Shavia dalam menari
menggerakkan tangan kanan dan kirinya sudah baik secara bersamaan untuk
menirukan gerakan tari payung
Ananda Maza mampu menggerakkan
tangan kanan dan kirinya bersamaan untuk mengikuti gerakan tari payung dengan
baik
Ananda Ita sudah terampil sekali
ketika menggerakkan tangan kanan dan kirinya secara bersamaan bahkan ananda
Ita mampu untuk mengajari temannya motoriknya sudah matang untuk indikator
ini
Ananda Puja bila tangan kiri dan
kanan harus di gerakkan secara bersamaan ananda Puja masih kebingungan
apalagi untuk arah kanana dan kirinya kadang-kadang masih terbalik dan
gerakannya juga belum sempurna
|
|
Peneliti
|
Apakah ananda Humaira terampil memegang
dan menggunakan payung sesuai dengan gerakan tari payung?
|
|
Subjek
|
Ananda
Humaira sudah terampil memegang payungnya namun masih belum termapil
menggunakan payungnya dalam menari
Ananda
Shavia sudah mampu memegang payungnya dengan benar dan menggunakannya
dalam menari seperti yang di contohkan oleh guru
Ananda
Maza mampu untuk memegang payungnya dengan benar namun, masih mengalami kesulitan untuk menggunakan
payungnya dalam menari terkadang payungnya
malah mengenai teman sebelahnya
Ananda
Ita sudah mampu untuk memegang dan menggunakan payungnya dengan
benar menggunakan payung menggerakkan payung sesuai dengan gerakan tari
payung yang sudah di ajarka guru
Ananda
Puja mampu memegang payung namun ketika di gunakan untuk menari saat
payung di ayun, di gerak-gerakkan itu masih kaku dan terkadang malah jatuh
|
|
Peneliti
|
Apakah anak terampil memutar payung
dalam gerakan tari yang sesuai dengan gerakan tari payung ?
|
|
Subjek
|
Ananda
Humaira masih mengalami kesulitan dalam memutar payungnya secara benar
bisa memutar namun payung belum berputar sesuai dengan contoh putaran payung
yang ada dalam tari payung
Annada
Shavia mampu memutar payungnya dalam menari sesuai dengan urutan lagu
dan irama musiknya
Ananda
Maza sudah mampu memutar payungnya namun belum sempurna karena
payung belum berputar cepat masih pelan
Ananada
Ita sudah mampu menggunakan payungnya memutar dengan cepat sesuai
dengan triannya
Ananda
Puja memutar payungnya masih pelan dan belum sempurna ketika
bersamaan dengan gerakan menari
|
|
Peneliti
|
Pertanyaan berikutnya bu apakah anak
mampu melakukan gerakan sesuai dengan lagu atau irama musiknya?
|
|
Subjek
|
Ananda
Humaira sudah mampu melakukan gerakan tari payung sesuai dengan
iramanya tepat gerakan dengan alunan musiknya
Ananda
Shavia mampu untuk mengikuti gerakan tari ssuai dengan irama musiknya
tepat gerak dan temponya
Ananda
Maza ketika menari dia sangat menikmati lagunya bahkan berusaha
menghafalkan liriknya sehingga ananda Maza mampu melakukan gerakan sesuai
dengan iramanya
Ananda
Ita karena ananda Ita sudah hafal lirik, musik dan gerak tariannya
jadi ananda Ita sangat menikmati musik dan sangat mampu untuk menyesuaikan
gerakan dengan musik tersebut
Ananda
Puja sudah mampu menepatkan antara gerak dan irama namun terkadang
masih ada yang ketinggalan antara tempo dan gerakannya belum sesuai
|
|
Peneliti
|
Apakah anak sudah mampu untuk
melakukan gerakan sesuai dengan urutan-urutan gerakan tari dengan benar?
|
|
Subjek
|
Ananda
Humaira untuk urutan belum begitu benar karena ananda Humaira kadang
juga lupa misalnya habis gerakan tangan gerakan yang selanjutnya apa ya itu
terkadang lupa dan harus menengok teman sebelahnya tapi tidak banyak gerakan
yang Ananda Humaira lupa urutannya namun ada
Ananda
Shavia sudah hafal lagunya dan gerakan tarinya tentu saja ananda
Shavia sangat mampu untuk melakukan gerakan tari payung sesuai dengan
urutannya
Ananda
Maza ini sebenarnya hafal urutannya namun terkadang dia lupa dan
akhirnya melihat teman sebelahnya
Ananda
Ita sangat mampu melakukan gerakan sesuai dengan urutannya karena
dia sudah sangat hafal bahkan bisa di jadikan contoh oleh temannya bila
temannya lupa urutannya
Ananda Puja mampu melakukan gerakan
tari sesuai dengan urutannya namun tidak semuanya karena ananda Puja sedikit
belum hafal jadi bila waktunya ini terkadang lupa mlah salah gerakan namun
ananda Puja ini semangatnya luar biasa anaknya juga ceria
|
|
Peneliti
|
Apa yang ibu lakukan untuk melatih anak
untuk kelenturan tubuhnya dalam kegiatan menari?
|
|
Subjek
|
Sebelum kita menari kita latih anak
untuk pemanasan terlebih dahulu agar badan anak tidak kaku seperti melatih
gerakan ayunan tangan dan kaki, gerakan kepala, gerakan kepala dan kaki,
memutrar tangan kanan dan kiri, berjalan jinjit kemudian baru kita putarkan
lagu tari payung anak di ajak untuk menari payung secara berulang- ulang
dengan gerakan yang sama tahap demi tahap namun bila sudah lelah kita sudah
dulu nanti di hari berikutnya kita
lihat perkembangan anaknya. Ananda Humaira kelenturan tubuhnya sudah mulai
bagus lemes dan tidak kaku
Ananda Shavia kelenturan tubuhnya
sangat lentur sekali gerakan tubuhnya lemes sesuai dengan lagunya
Ananda Maza sedikit masih kaku
karena belum mampu untuk mengkoordinasikan tubuhnya dengan gerakan secara
santai namun masih kaku pembawaannya
Ananda Ita sangat lentur tubuhnya
karena anaknya senang sekali menari jadi sudah lemes dan sudah bagus
gerakannya
Ananda Puja karena keraguan anak ini
jadi gerakan tubuhnya belum sempurna lentur, terlihat kaku dan takut akan
salah gerak
|
|
Peneliti
|
Bagaimana anak mampu untuk menjaga
keseimbangan tubuhnya dalam kegiatan menari?
|
|
Subyek
|
Didalam kegiatan menari anak harus
mampu untuk menjaga keseimbangan tubuhnya karena agar anak tidak terjatuh saat
menari. Maka guru melakukan gerakan-gerakan kecil seperti berdiri dengan satu
kaki, duduk lalu berdiril lalu duduk lagi, menyilangkan tangan dengan kaki,
memgang payung, memutar payung, mengangkat payung, menggerak-gerakkan payung
sebelum kegiatan tari di mulai. Selama kegiatan tari ini Ananda Humaira mampu untuk menjaga keseimbangan tubuhnya dalam
menari tidak jatuh, tepat pada posisi dalam pola lantainya, gerakan duduk
lalu berdidri atau sebaliknya berdiri lalu duduk ananda Humaira sudah mampu
untuk menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak jatuh
Ananda
Shavia sudah mampu menjaga keseimbangan tubuhnya dalam menari tidak
sampai jatuh
Ananda
Maza mampu menjaga keseimbangan tubuhnya dalam melakukan
gerakan-gerakan tari ketika gerakan duduk berdiri, kaki menyilang, mengangkat
payung ananda Maza mampu menjaga keseimbangan tubuhnya dengan baik
Ananda
Ita sangat senang dengan kegiatan yang berkaitan dengan irama musik
sehingga anak ini sangat mampu untuk menjaga keseimbangan tubuhnya bahkan
anak ini ketika mendengar musik itu pengennya langsung menggerakkan tubuhnya,
jadi anak ini sudah bagus sekali untuk perkembangan motorik kasarnya dalam
menjaga keseimbangan tubuhnya
Ananda
Puja mampu menjaga keseimbangan tubuhnya namun belum semprna kadang
jatuh kadang pas nyilang itu seperti mau jatuh terkadang pada waktu berjalan
jinjit ananda Puja juga seperti mau jatuh, dalam menggunakan payungnya juga
seperti belum mampu menjaga keseimbangan antara tangan dan gerakannya
|
|
Peneliti
|
Pertanyaan terakhir untuk ananda
Humaira bu, agar terlihat lincah dalam melakukan kegiatan menari apa yang ibu
tekankan pada ananda Humaira untuk terlatih kelincahannya dalam kegiatan
menari?
|
|
Subyek
|
Sebelum melaksanakan tari payung
guru mengajak anak untuk melakukan gerakan-gerakan seperti meloncat-loncat,
berjalan jinjit, menggoyangakan pinggulnya, melambai-lambaikan tangannya,
memutar-mutar badan, pola lantai agar anak termotivasi semangatnya sehingga
anak mampu untuk bergerak secara lincah di sertai dengan suara-suara
penyemangat guru seperti hore...ee...aa... pasti anak akan tumbuh semangatnya
yang membara-bara.
Ananda
Humaira anaknya kalem jadi untuk gerak lincahnya sudah mampu dia
bergerak menari secara lincah namun hanya saja kurang energik
Ananda
Shavia tipe anak yang periang pasti ananda Shavia sudah mampu untuk
bergerak lincah saat menari dengan senyumnya yang manis
Ananda
Maza menurut pengamatan saya ananda Maza ini bergeraknya dalam menari
sudah lincah, santai dan juga terlihat riang gembira
Ananda
Ita anaknya sangat energik sekali sehingga untuk setiap gerakan
tarinya sangat lincah bergerak semangat kesana kemari sambil menyanyikan
syair lagunya
Ananda
Puja anak yang ingin sekali bisa, ingin selalu mencoba, walaupun
gerakan tarinya belum sempurna namun anak ini juga lincah dalam geraknya
hanya saja belum hafal gerak lagunya secara utuh
|
|
Peneliti
|
Nah, sudah selesai untuk menggali
perkembangan motorik anak. Sekarang bila di nilai menggunakan bintang bu dari
kelima anak tersebut bagimana kemampuannya bu?
|
|
Subyek
|
Ananda
Ita dan ananda Shavia tentu
menurut keterangan tadi sudah terlihat bahwa ananda Ita dan ananda Shavia
perkembangan motorik kasarnya sudah berkembang baik, sudah terstimulasi dengan
sangat baik salah satunya dengan kegiatan tari payung dan ananda Ita dan
ananda Shavia berkembang sangat baik
Ananda
Humaira dan ananda Maza perkembangan motorik kasarnya sudah baik
dengan stimulasi yang di berikan oleh guru melalui kegiatan pembelajaran tari
payung maka ananda Humaira dan ananda Maza mampu berkembang sesuai harapan
Ananda
Puja sudah mulai berkembang motorik kasarnya, guru enstimulasi
ananda Puja melalui kegiatan menari ananda Puja mulai berkembang dengan
stimulasi-stimulasi yang setiap hari diberikan maka ananda Puja besar
kemungkinan juga mampu untuk berkembang sesuai harapan atau bahkan bisa lebih
yaitu berkembang sangat baik
|
|
Peneliti
|
Oh tentu saja bu di samping anak
berminat untuk mengikuti kegiatan akan selalu ada guru yang kreatif dan
berinovatif
|
|
Subyek
|
Iya mbak, kegiatan menari menurut
saya adalah suatu kegiatan yang sangat di minati oleh anak-anak maka dari itu
saya sangat antusias sekali dengan kegiatan tari karena ini mampu membantu
mengembangan motorik kasar anak 90% anak akan berkembang sangat baik motorik
kasarnya dari sejumlah anak yang ada di kelompok B. Tingkatan usia itu juga
mampu mempengaruhi kemampuan motorik kasar seorang anak mbak, gizi,
gen,mental, percaya diri dan kemandirian.
|
|
Peneliti
|
Strategi apa yang dilakukan ibu
untuk mengoptimalkan potensi anak?
|
|
Subyek
|
Ketika kegiatan belajar mengajar
dalam suasana nyaman dan menyenangkan, bermain sambil belajar
|
|
Peneliti
|
Adakah hambatan yang ibu rasakan
selama mengajar?
|
|
Subyek
|
Tidak ada hambatan karena memang
masing-masing anak itu memiliki karakter perkembangan yang berbdeda-beda,
kcerdasan yang berbeda-beda.
|
|
Peneliti
|
Kesan ibu selama mengajar disini apa
bu?
|
|
Subyek
|
Senang, bangga dapat mendidik,
mengajar, melatih membimbing generasi penerus bangsa meski dalam kemampuan
terbatas. Bangga ikut mencerdaskan bangsa, senang dapat berbagi ilmu yang
bermanfaat.
|
|
Peneliti
|
Bu guru yang hebat, setelah saya
mengamati pada saat anak mengikuti kegiatan menari tadi memang antusias anak
terhadap kegiatan tari untuk mengembangkan motorik kasar anak sangat bagus
sekali, minat anak untuk mengikuti gerakan demi gerakan serta semangat
anak-anak sungguh luar biasa. Sepertinya cukup ibu wawancara saya dengan ibu
hari ini, maaf ya ibu bila sudah mengganggu waktu ibu yang seharusnya sudah
pulang jadi terlambat.
|
|
Subyek
|
Mbak bisa saja, sama-sama mbak,
sudah biasa saya dengan rekan guru yang lain pulang pukul 12.30. maaf ya mbak
hanya ini yang bisa kami berikan dan kami bantu
|
|
Peneliti
|
Iya bu ini sudah lebih dari cukup,
saya pamit, besok bila datanya kurang lengkap saya akan menemui ibu lagi dan
saya ucapkan terima kasih, mohon maaf juga bu
jika dalam wawancara tadi ada salah tutur dalam berbicara,
assalamualikum
|
|
Subyek
|
Iya mbak sama-sama,
silahkan......waalaikumsalam
|
VII.
KESIMPULAN
Perkembangan
anak di TK Pertiwi 2 Sonobekel pada aspek pengembangan fisik motorik kasar rata-rata sudah baik, stimulasi
yang di berikan juga sudah bervariasi dan sangat menarik minat anak, antusias
anak untuk mengikuti semua kegiatan pengembangan motorik kasar. Sebelumnya
kegiatan di TK ini tidak ada ekstra tarinya namunstelah ibu melihat dari
beberapa kegiatan yang diberikan anak merasa sudah bosan dan akhirnya guru
termotivasi dari kegiatan senam guru memodivikasi senam menjadi kegiatan
menari, karena anak juga di rasa sudah bosan dengan kegiatan senam namun jika
mendengar musik anak-anak berantusias untuk menggerakkan tubuhnya secara
sendiri. Dari sini guru mempunyai pemikiran bahwa akan mengadakan ekstra tari
dan kegiatan menari di sela-sela waktu olah raga. Ternyata kegiatan menari ini
sangat diminati oleh hampir semua anak baik laki-laki maupun perempuan. Selain
kegiatan ini sangat menyenangkan kegiatan ini juga mampu untuk membantu
pengembangan aspaek fisik motorik kasar pada anak.
Setelah berjalan beberapa waktu
ternyata benar aspek fisik motorik anak mulai meningkat dan setelah berjalan
selama waktu yang lama hampir 90% peningkatan aspek ini mampu untuk di
tingkatan dengan stimulasi gerak-gerak yang ada pada kegiatan menari. Selain
gerakan tari yang mudah di tirukan oleh anak, lirinya pun juga mudah di hafal
oleh anak, iramanya juga irama gembira, tari yang digunakan adalah tari payung
di mana anak menggunakan payung yang berwarna warni. Guru merasa sangat senang
melihat perkembangan anak dalam aspek fisik motorik kasar anak yang semakin
hari semakin meningkat.
DAFTAR
PUSTAKA
Lestaringrum, A., Handini, M. C. 2017. Analisis Pengembangan
Kecerdasan Logis Matematis Anak Usia 5-6 Tahun Menggunakan Permainan
Tradisional. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 11(2): 215–225.
Puspitasari,
A. 2015. Meningkatkan
Kemampuan Fisik Motorik Melalui Implementasi Tari Kupu-Kupu Menggunakan Metode Gerak Dan Lagu Pada Anak Kelompok B Paud Tunas Bangsa Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Skripsi. Universitas Nusantara PGRI Kediri.
Setyowati, S. 2012. Pendidikan
Seni Tari dan Koreografi untuk Anak Usia Dini. Edisi Revisi. Unesa
University Press. Surabaya.
Yetti, E., Juniasih, I. 2016. Implementasi Model Pembelajaran
Tari Pendidikan Untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Melalui
Metode Pembelajaran Aktif ( Pengembangan Model di Taman Kanak-Kanak Labschool
Jakarta pada Kelompok B). Jurnal Pendidikan
Anak Usia Dini, 10(2): 385–100.
Komentar
Posting Komentar